Langsung ke konten utama

Observasi 10

Hari ini saya kembali mengobservasi diri sendiri. Masih sama, bukan untuk mencari tahu tapi lebih pada melihat apakah gaya belajar yang saya punya masih sama. Kali ini, saya menguji diri sendiri dengan mengikuti kuliah dalam dua versi, kulwap dan via you tube. Tekhnik keduanya akan melihat dominan diri saya pada gaya visual atau audiolingual.

Singkat cerita, setelah berjam-jam berkutat dengan gadget, kemudian menganalisa diri sendiri, saya berkesimpulan dominansi gaya belajar saya masih sama, yakni pada visual. Sulit bagi saya jika mengikuti kuliah dengan durasi yang tidak sebentar tanpa harus mencatat atau setidaknya ada gambar yang perlu diliat. Meskipun pada dasarnya alhamdulillah saya pun bisa menyesuaikan belajar di tempat berisik, saya lebih menikmati belajar dengan kondisi tekhnik atau metode yang mengarah pada gaya belajar visual.

Akhir kata, gaya belajar yang dimiliki saya dan yang alhamdulillah sudah saya ketahui sejak kuliah, masih sama hingga kini. Gaya belajar mungkin saja bisa berubah, namun untuk saya pribadi belum terlihat secara signifikan perubahan gaya belajar tersebut.



#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10: Aplikasi penunjuk arah "Waze"

Semua orang tentu senang dengan yang namanya jalan-jalan, bahkan bagi beberapa orang senang menyusuri tempat-tempat baru. Namun, ketika arah yang dituju membingungkan maka disitulah kita merasa suasana menjadi menyebalkan. Sama seperti saya. Bersyukurlah punya suami yang cukup mengerti hal ini, maka dia mendownload waze dan menggunakannya sebagai petunjuk arah. Aplikasi ini sama seperti google maps, namun lebih variatif karena memiliki chat bagi sesama pengguna waze. Chat itu berfungsi untuk membantu sesama pengguna waze yang membutuhkan info terkait kepadatan lalu lintas, atau pertanyaan terkait lokasi. Biasanya notifikasi chat ini akan masuk ketika ada yang bertanya. Bagi saya yang baru pertama kali menggunakan aplikasi penunjuk arah ini, cukup takjub menggunakannya, terutama logonya yang lucu. Mudah juga digunakan dan tentunya memiliki keakuratan yang lebih baik dibanding aplikasi penunjuk arah lainnya. Bagi yang suka travelling, dan memerlukan petunjuk arah, aplikasi waze i...

Tantangan 2: Website penunjang kualitas diri "ibupedia.com"

Hari ini adalah hari belajar tentang per-ASI-an bagi saya. Hal ini tentu saja didasari dengan perubahan status sebagai ibu sejak 22 hari yang lalu. Saran dari banyak orang sering kali beragam, maka diperlukan juga waktu bagi diri untuk mencari referensi sendiri. Maka untuk hari saya dan suami menjadi orang tua pembelajar melalui salah satu website bagi banyak orang tua muda yakni  ibupedia.com .  Website tersebut banyak sekali menyajikan info-info terkait dunia kehamilan dan pengasuhan. Disajikan dengan bahasa ringan dan website yang menarik (karena didominasi warna pastel yang saya suka, he'eh) yang tentu saja sangat berguna bagi para orang tua terutama ibu yang sedang menjalani proses kehamilan, karena bahwasannya ada banyak pengetahuan penting tentang mengurus anak sejak hamil, melahirkan, dan setelahnya. Bagi seorang ibu muda yang baru memiliki anak pertama seperti saya, info-info tersebut sangatlah diperlukan. Bagi yang sudah memiliki anak lebih dari satu pun tetap be...

Day 7: bintang dalam diri kita

Masih membahas tentang bintang dalam diri kita, bintang ketiga saya adalah dunia kerajinan tangan (handcrafting). Entah kenapa selalu ada kebahagiaan tersendiri ketika sedang berada di toko craft, atau melihat hasil-hasil cantik dari kerajinan tangan yang dibuat orang lain. Menjahit pun salah satu turunan kerajinan tangan yang saya sukai, uniknya seringkali untuk menjahit hal-hal sederhana saya lebih menikmati menggunakan tangan daripada mesin jahit, misalnya mengecilkan baju. Selain itu, yang sifatnya memerlukan keterampilan tangan menjadi hal yang sangat menantang bagi saya, misalnya menggambar tiga dimensi atau mendesign baik dengan sketsa atau aplikasi gadget. Selain itu, kertas maupun benang warna-warni menjadi incaran utama jika berkunjung ke mall atau toko buku, meskipun pada akhirnya tidak membeli atau bahkan dibeli namun berakhir tergeletak di lemari. Seperti sebuah magnet, hal-hal yang bernuansa kerajinan tangan seringkali menjadi mood booster dikala kejenuhan harian...