Langsung ke konten utama

Day 3: Memberi Pilihan

Anak-anak meski di mata kita mereka adalah anak-anak namun sejatinya mereka ingin diperlakukan dewasa. Seringkali kita memperlakukan mereka dengan beragam 'pelayanan' atau beragam 'keputusan', padahal jika menengok pada jiwanya, maka yang mereka butuhkan hanyalah sedikit 'kepercayaan' kita.

Sebagai orang dewasa, cukuplah kita memberikan sedikit saja kepercayaan untuk mereka secara pribadi memilih dan menentukan apa yang mereka kehendaki. Contoh sederhana di yakni dalam mapping performance untuk suatu event. Biarkan anak-anak yang berdiskusi dan menentukan dimana pilihan mereka. Ramainya diskusi tentu akan ada, biarkan saja, karena begitulah cara mereka dalam mengekspresikan diri. Tinggallah di akhir diskusi, selalu saya selipkan sesi "aliran rasa" dimana masing2 mereka dipersilahkan memberi komentar, baik yang bersifat komplain maupun perubahan.

Saya selalu melakukan hal ini pada anak2 saya untuk semua hal, bahkan untuk hal kecil sekalipun, misal pemilihan tempat duduk, namun tentu dengan kesepakatan yang sebelumnya sudah diputuskan bersama. Sehingga pada akhirnya mereka pun belajar arti sebuah pilihan dan "konsekuensi". Dalam jangka panjang, harapan saya kelak mereka menjadi pribadi yang memiliki sikap asertif yang cukup baik.

Dampak yang paling keliatan dengan teknik ini adalah keceriaan anak-anak karena mereka memilih berdasarkan 'passion' mereka. Mereka senang menjalaninya dan maksimal di dalamnya. Tentu hal ini akan berbeda jika semua keputusan diambil alih oleh para orang dewasa.

Anak-anak saya masih SD, tapi yang saya yakini meski masih SD mereka adalah pribadi-pribadi merdeka. Sebagaimana kita hendak diperlakukan merdeka, maka demikian pula dengan mereka. Sehingga di dalam kelas, tiada satu kebijakan pun yang berlaku tanpa adanya campur tangan mereka. Maka marilah sebagai orang dewasa, kita berikan pada anak2 kita sedikit saja kepercayaan bagi mereka untuk juga menjadi dewasa, karena dengan begitu mereka pun akan merasa dihargai sebagai seorang pribadi.

Semoga pribadi2 yang konsisten menjadikan anak2 kita sebagai pribadi yang membiarkan mereka memilih keputusannya sendiri adalah kita semua, baik sebagai guru maupun orang tua. Sehingga kelak mereka pun tumbuh menjadi pribadi yang benar-benar merdeka bagi dirinya sendiri bahkan mampu memerdekakan orang lain..

#level1
#day3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Ketika waktu terasa berlalu dengan cepat,,,"

Inilah kehidupan, semuanya nampak abstrak dan serba seketika. Namun memang begitulah kehidupan... Banyak hal yang terkadang sulit dipahami, sulit juga diterima, bahkan hal-hal yang terjadi seketika. Seperti halnya sebuah perpisahan. namun sepertinya memang sudah sunnatullah, pertemuan disandingkan dengan perpisahan. Dan keduanya tidak mengenal arti toleransi. Jika sudah waktunya, maka di mulailah perguliran kehidupan baru. Tidak peduli dengan pernyataan siap atau tidak siap, tetapi bermain dengan pertimbangan akal serta keadaan. perpisahan memang suatu hal yang sangat berat. Maka dari itulah aku ...

Tantangan 7: website di tengah kegalauan "finansialku.com"

Sebagai seorang ibu baru yang sedang galau antara resign atau lanjut kerja, maka saya mulai banyak mencari info sana sini tentang urusan kerumah tanggaan. Untuk sementara ini, status saya di tempat kerja memang masih cuti, namun menghitung mundur 30 hari perlu ditentukan kembali kerja atau kembali ke rumah mengurus bayi. Biasanya orang yang hendak resign karena galau dengan siapa yang akan menjaga bayi, kalau saya mungkin sedikit berbeda karena ibu sudah bersedia mengasuh cucunya, hanya saja tetao galau karena sejatinya bayi adalah amanah Allah, memintanya tidak sebentar, jika harus diberikan pada orang lain dalam pengasuhan tidakkah saya mengkhianati amanah Allah? Namun, jika satu masalah usai (anggaplah keputusan resign), maka timbul masalah baru bahwasannya pemasukan keluarga akan berkurang sedangkan saya masih memiliki tanggungan sekolah adik. Nah lho, seperti rantai yang tiada putusnya jika ditelisik lebih jauh. Maka dari itu, saya akhir-akhir ini sering membuka website Fi...

Tantangan 10: Aplikasi penunjuk arah "Waze"

Semua orang tentu senang dengan yang namanya jalan-jalan, bahkan bagi beberapa orang senang menyusuri tempat-tempat baru. Namun, ketika arah yang dituju membingungkan maka disitulah kita merasa suasana menjadi menyebalkan. Sama seperti saya. Bersyukurlah punya suami yang cukup mengerti hal ini, maka dia mendownload waze dan menggunakannya sebagai petunjuk arah. Aplikasi ini sama seperti google maps, namun lebih variatif karena memiliki chat bagi sesama pengguna waze. Chat itu berfungsi untuk membantu sesama pengguna waze yang membutuhkan info terkait kepadatan lalu lintas, atau pertanyaan terkait lokasi. Biasanya notifikasi chat ini akan masuk ketika ada yang bertanya. Bagi saya yang baru pertama kali menggunakan aplikasi penunjuk arah ini, cukup takjub menggunakannya, terutama logonya yang lucu. Mudah juga digunakan dan tentunya memiliki keakuratan yang lebih baik dibanding aplikasi penunjuk arah lainnya. Bagi yang suka travelling, dan memerlukan petunjuk arah, aplikasi waze i...