Langsung ke konten utama

Postingan

Day 6: Pohon Literasi

Hari ini masih berkutat dengan buka yang sama dari project awal. Masih buku yang sama, karena rutinitas yang baru yang membuat jadwal membaca buku menjadi lebih pendek. Jadi berbekal dengan game level Bunda Sayang kali ini, selalu memaksakan diri menyempatkan membaca beberapa halaman. Memang tidak banyak lembaran yang bisa dibalik di satu hari, namun in syaa Allah tetap konsisten dan selalu ada kejutan ilmu baru di setiap halamannya. #GameLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBunsayIIP #FirThingstoChangeIMustChangeFirst

Day 5: Pohon Literasi

Masih tentang membaca, dan masih tentang buku yang sama, namun berbeda halaman namun tidak beranjak jauh. Meski belum menuntaskan buku yang ada, alhamdulillah konsistensi membuka setiap halaman buku masih terlaksana. Pun otomatis ilmu-ilmu baru juga didapatkan. Semoga ke depannya bisa dengan segera menuntaskan buku bacaan yang sedang menjadi projek pekan ini, bismillah... #GameLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBunsayIIP #FirThingstoChangeIMustChangeFirst

Pohon Literasi: Day 3

Hari ini, masih melanjutkan bacaan yang belum selesai. Buku dengan judul "trach like finland" menjadi projek bacaan saya pekan ini. Namun, tidak terlalu signifikan halaman yang bisa dibuka hari ini, karena beriringan pula dengan kegiatan lain yang tentu menuntut saya harus membagi jam harian yang ada. Alhamdulillah membaca sudah menjadi hobi saya sejak kecil. Jadi, buku-buku sudah menjadi teman perjalanan dan koleksi rak di rumah. Namun, karena kegiatan yang mulai tak lagi banyak luang, membuat kegiatan membaca tak lagi seiintens dulu terutama ketika sedang sekolah. Namun, dengan adanya project pohon literasi ini, kembali mengingatkan saya, meski terkadang kegiatan harian yang sudah terjadwal bahwasannya membaca menjadi sesuatu yang tidak bisa dilepaskan meski hanya satu lembar halaman. Karena membaca bukan hanya untuk mengisi waktu luang, tetapi juga untuk mengisi pikiran kita. Sebagaimana raga memiliki kebutuhan dengan adanya makanan, maka otak pun memerlukan kebutuhan ...

Observasi 10

Hari ini saya kembali mengobservasi diri sendiri. Masih sama, bukan untuk mencari tahu tapi lebih pada melihat apakah gaya belajar yang saya punya masih sama. Kali ini, saya menguji diri sendiri dengan mengikuti kuliah dalam dua versi, kulwap dan via you tube. Tekhnik keduanya akan melihat dominan diri saya pada gaya visual atau audiolingual. Singkat cerita, setelah berjam-jam berkutat dengan gadget, kemudian menganalisa diri sendiri, saya berkesimpulan dominansi gaya belajar saya masih sama, yakni pada visual. Sulit bagi saya jika mengikuti kuliah dengan durasi yang tidak sebentar tanpa harus mencatat atau setidaknya ada gambar yang perlu diliat. Meskipun pada dasarnya alhamdulillah saya pun bisa menyesuaikan belajar di tempat berisik, saya lebih menikmati belajar dengan kondisi tekhnik atau metode yang mengarah pada gaya belajar visual. Akhir kata, gaya belajar yang dimiliki saya dan yang alhamdulillah sudah saya ketahui sejak kuliah, masih sama hingga kini. Gaya belajar mungkin ...

Observasi 9

Hari ini kami membahas "air" di kelas sains. Karena tentang udara, maka saya pun sudah menyiapkan beberapa media di hari sebelumnya. Saya bawakan anak-anak gelas kaca, korek api, dan lilin kecil.  Eksperimen tersebut untuk menunjukkan bukti ilmiah fungsi udara untuk membakar. Jika tidak udara, maka api pun akan mati. Eksperimen ini sudah saya rencanakan untuk memfasilitasi ragam gaya belajar anak-anak saya, visual audio dan kinestetik. Hasilnya, nampak jelas karakter yang bisa ditunjukkan oleh mereka. Bagi anak visual dan audiolingual, mereka akan memperhatikan gerakan saya dengan sangat tenang dan teliti. Sedangkan bagi yang kinestetik, mereka cenderung menikmati berada di dekat-dekat saya dan memegang setiap bahan yang saya bawa. Selain itu, ketika sesi eksperimen selesai, semua bahan yang ada digunakan sesuka mereka secara bergantian. Mereka senang menyalakan korek api, menyalakan lilin, atau pun menutup lilin dengan gelas kaca. Saking antusiasmenya mereka, dengan tetap ...

Observasi 8

Hari ini observasi saya tidak berfokus hanya pada satu gaya belajar anak, namun mengkombinasikan semuanya. Metode yang saya ambil adalah contextual learning. Metode yang pas dengan topik sains kami hari ini, "in the ground", dengan tekhnik observasi lapangan. Awalnya, saya meminta anak-anak membuat table observasi yang sudah saya buatkan di papan tulis. Saya mengajak anak-anak mengunjungi taman sekolah guna memberikan konteks materi secara langsung. Mereka meneliti apa saja benda yang mereka lihat di sekitaran mereka. Karena masih kelas 2, jadi materi pembahasan pun masih sederhana. Oleh-oleh dari kegiatan ini pun saya mendapatkan ragam jenis batu yang kemudian saya jadikan media belajar di kelas di waktu serta materi yang sama. Dari tekhnik pembelajaran ini, dengan melihat benda secara langsung, diharapkan anak-anak dengan gaya belajar kinestetik dan visual dapat menikmati kegiatan yang ada. Selanjutnya, menulis observasi dengan gambar pun diharapkan memfasilitasi anak-a...

Observasi 7

Masih tentang topik yang sama, anak dan gaya belajar. Di hari-hari sebelumnya sudah dilakukan beberapa observasi dengan ragam gaya belajar yang sudah ditentuntukan. Jadi, hari ini dan berikutnya akan terjadi observasi berulang guna menguatkan catatan yang sudah ada. Hari ini, saya berfokus pada kelas tahfizh, dengan metode talaqqi, maka sudah tentu metode talaqqi dominan kelasnya anak-anak audiolingual. Alhamdulillah kami dapat menghapal 4 ayat di pagi lalu murojaah 10 ayat di waktu sholat dhuha dan dzuhur. Alhasil, anak-anak yang memang sebelumnya tercatat berkarakter audiolingual menjadi lebih dominan di kelas tahfizh hari ini. Semakin menambah catatan saya terkait anak-anak tersebut... alhamdulillah membantu saya sebagai guru untuk mengembangkan metode dan tekhnik lebih variatif karena kelas saya pun isinya anak-anak yang beragam karakter belajarnya... 😀 #Tantangan10Hari #Level4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP